Oleh Trimanto B. Ngaderi*) Keramahtamahan itu mendadak menjadi kekakuan. Sebuah pertanyaan atau lebih tepat sebuah kritikan, membuat sang kyai kebakaran jenggot. Merah mukanya tak dapat menyembunyikan kemarahan yang mendidih. Sorot matanya yang tajam menunjukkan kegeraman yang memuncak.
40Pantun Bertema Kemerdekaan, Cocok Dibagikan di Media Sosial saat 17 Agustus. 2 Agustus 2021 7.20 AM · Bacaan 5 menit. Bola.com, Jakarta - Agustus menjadi bulan yang sangat istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada Agustus, tercatat beberapa peristiwa penting dan bersejarah, terutama sejarah Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.
UNESCOmenilai pantun memiliki arti penting bagi masyarakat melayu. Bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial, namun juga kaya akan nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi panduan moral. Pantun adalah puisi lama berima yang sudah ada sejak lima abad lalu di nusantara. Dan dipakai di banyak daerah meski dengan sebutan yang berbeda-beda.
MengutipModul Bahasa Indonesia SD Kelas V terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pantun adalah karya sastra yang sarat akan makna, kritik serta ide-ide kreatif yang padat kandungan maknanya. Sementara itu, pantun nasihat adalah pantun yang mengandung ajaran-ajaran baik yang disebut nasihat.
98EHI. – Berikut ini kumpulan pantun nasihat dalam bahasa Betawi, penuh makna dan cocok dijadikan konten bermedia sosial. Pantun ini dapat kamu gunakan ketika merasa sungkan untuk menasihati seseorang secara langsung lantaran dapat memberi kesan kurang nyaman. Dalam pantun nasihat yang disajikan dalam artikel ini, pesan-pesan nasihat dikemas menggunakan bahasa Betawi yang agar lebih terkesan lebih ringan dan mudah diterima. Kumpulan pantun ini bisa dijadikan sebagai status di media sosial ataupun sebagai tugas sekolah. Pantun nasihat dalam bahasa Betawi ini juga disajikan dalam empat baris dan memenuhi unsur sajak pantun a-b-a-b. Simak pantun nasihat selengkapnya berikut ini, seperti yang dihimpun TribunKaltara dari berbagai sumber 1. Layar perahu boleh tarikin Sepatu baru boleh di beliin Biar kata kita orang miskin Sholat 5 waktu jangan tinggalin Baca juga Kumpulan Pantun Cinta Lucu, Berisi Pesan Romantis yang Menghibur, Bisa Luluhkan Hati Doi 2. Karang bolong dibikin buat film laga Beli songkok di jatiwaringin Walau pun jarang aye olah raga Kalo ngrokok ma aye ude kurangin
Jakarta - Virus Corona telah menjadi pandemi dalam beberapa waktu terakhir ini dan mengubah pola hidup masyarakat. Hal ini jadi sumber inspirasi beberapa pantun serta puisi tentang virus virus corona pertama kali terdeteksi di negara China pada awal Desember 2019. Dokter yang menangani para pasien COVID-19, yakni Dr Li Wenliang pun memberitahukan berita adanya virus misterius corona di media dasarnya coronavirus sudah ada sejak lama. Hanya saja, penyebaran tidak terjadi antar manusia melainkan ditemukan di hewan, seperti kucing, anjing, babi, sapi, kalkun, ayam, tikus, kelinci, dan kelelawar. Pantun dan Puisi tentang Virus Corona1. Pantun tentang virus corona dikutip dari buku 'KEHILANGAN' karya ZanizaSungguhlah kencang kuda berlariKuda berlari memakai pelanaDokter bekerja korbankan diriDemi menolong pasien CoronaIkan teri besar kepalaKepala dibuang menjadi sampahCorona semakin merajalelaMari berdiam diri di rumahNaik ke puncak gunung dengan temanDi gunung banyak tumbuh pohon CendanaKita hindari sementara berjabat tanganBerjabat tangan membawa virus coronaDi Bengkulu ada bunga RaflesiaBunga tumbuh di dalam hutanVirus Corona melanda duniaMari hindari jaga kesehatanDi muara Padang banyak buayaBuaya timbul manusia lariVirus Corona sungguh berbahayaMari bersama menjaga diriIkan asin ikan sepatIkan digoreng bersama cekerVirus corona menyebar cepatMari biasakan memakai masker2. Puisi tentang Virus Corona karya JawaMadura dari buku 'Goresan Pena Guru Bahasa Kala Pandemi Korona'Apa kabar anak-anakkuSudahkah kalian belajarMembaca tanda-tanda Kuasa-NyaBelajarlah dari pandemi Virus CoronaTentang menjaga kebersihan, mencuci tanganJaga kebugaran, jaga jarak dengan sesamaSudahkah kau kerjakan tugas-tugasmuBersimpuh, rebah dalam alas sujudDalam bersyukur atas nikmat-NyaKau tetap semangat ya, Nak!Belajar mandiri, tanpa guruKau tetap bersabar ya, Nak!Corona merusak tatanan kehidupanCovid-19 telah merampas hak-hakmuBelajar, merajut harapan citamuMenggantang asamu di sanaAnak-anak dambaan bangsaDemi masa depanmu, kelakTuhan sedang menguji kitaBelajar bersabar, anakku!Tuhan pasti menyayangi kitaKau tercacat dalam lebar sejarahDengan tinta semangat perjuanganDalam sejarah pendidikanDi negeri tercintaIndonesiaAamiin3. Puisi Tentang Virus Corona 'Kelas Maya' oleh Raudlatul Makiyah, ketakutan semakin mencekamMenderu bersama derasnya kabar virusNan jauh sebelum rasa menggebu, riuhMengalir di tengah kabar si coronaTak ada lagi sapa senyum muridkuTak ada lagi spidol menggambar sketsa ilmuTak ada lagi bunyi sepatu meriuh di lapanganTak ada lagi sorak gemuruh di jam pulangSemua semu, pun kelas hanya secuilMaya, tak nyata dan pastiDeretan gambar berbentuk kepalaBerjejer memenuhi layar laptopTak jarang pula blas tak beresponHanya jari bergerak mencari semangat juangKelas maya yang penuh teka-tekiKelas maya, hanya kita yang tahuKelas maya tak bisa jadi patokanAlifpun tak berdiri tegakMenanggapi deretan kepala dalam zoom meetingPun kadang hilang tak bersisaSelamat mencoba pantun dan puisi tentang virus corona! Simak Video "Kemenkes Ingatkan Masyarakat Pandemi Covid-19 Belum Berakhir" [GambasVideo 20detik] pay/pal
Pantun Masa Kini – Penggunaan pantun bagi sebagian anak muda sudah jarang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal pantun adalah karya sastra Indonesia yang memiliki bait dan larik yang unik untuk diungkapkan. Siapapun bisa menggunakan pantun masa kini untuk mengekspresikan perasaan hati yang sedang terjadi. Karena tujuan pantun adalah untuk menghibur orang-orang yang mendengarnya. Mulanya pantun digunakan sebagai sarana kesenian dalam budaya tradisional, tetapi di era modern ini, pantun bisa digunakan saat sedang ada acara ataupun hanya sebagai hiburan semata. Contohnya, pada pantun masa kini bisa bertema keceriaan, kesedihan, kegelisahan, semangat, dan guyonan. Penggunaan pantun zaman sekarang tidak sekaku dan sesulit zaman dahulu. Awal Mula Pantun Masa Kini Sebagian anak muda mungkin jarang yang bisa mengungkapkan perasaannya melalui pantun. Hal ini karena penggunaan pantun memiliki pola dan struktur penulisan yang rumit dibandingkan sastra lainnya. Padahal, selalu ada pesan tersirat dibalik larik-larik pantun yang disampaikannya. Seperti pada pantun masa kini yang membawa tren terbaru dalam dunia anak muda. Pantun ini ditujukan untuk anak muda agar mereka dapat terus melestarikan sastra Indonesia. Selain itu, membuat pantun menjadi lebih dikenal oleh generasi selanjutnya. Biasanya, anak muda mempopulerkan pantun melalui lirik lagu, status di sosial media, ataupun hiburan saat bersantai. Yang terpenting adalah amanat dalam pantun harus tersampaikan dengan jelas. Baca Juga Pantun Matematika Contoh Pantun Masa Kini dan Maknanya Pada era modern ini, anak muda lebih suka mengekspresikan perasaannya melalui unggahan status di media sosialnya. Jika ditanya soal pantun, mungkin hanya sedikit yang memahaminya. Untuk itu, pantun masa kini dibuat agar anak muda tidak melupakan tentang kebudayaan sastra. Selain itu, anak muda harus mengetahui kaidah penulisan dalam pembuatan pantun. Dalam pembuatan pantun yang terpenting adalah memiliki pola bait yang sama dan memiliki 2 hingga 4 larik yang berbentuk sampiran dan isi. Selain itu, pantunnya juga memiliki bermacam-macam tema, seperti tentang perasaan anak muda yang bahagia, sedih, lelah, inspiratif, dan masih banyak lagi. Berikut contoh pantunnya 1. Pantun Masa Kini Tentang Kebahagiaan Saat sedang berbahagia, orang-orang cenderung membuat unggahan status agar semua orang melihatnya serta ikut merasakan kebahagiaannya juga melalui sosial media. Ada yang menuangkan kebahagiaannya dalam bentuk lagu, puisi, maupun pantun. Pantun masa kini bisa bertema tentang kebahagiaan, seperti bahagia mendapatkan nilai yang baik, bahagia memiliki pacar, dan masih banyak lagi. Mengungkapkan kebahagiaan melalui pantun adalah cara unik yang jarang digunakan oleh anak muda dalam mengekspresikan perasaannya. Pantun masa kini dapat membuat anak muda melestarikan budaya yang ada. Dimulai dari hal yang sederhana, seperti membuat status, kemudian dijadikan sebagai sebuah hiburan, dan sebagai pertunjukan seni. Berikut contoh pantunnya Belajar agama sesuai akidah Pertama dimulai baca bismillah Masa kini begitu indah Teknologi membuat jadi mudah Makna dengan adanya teknologi di zaman sekarang, semua kegiatan akan dipermudah dengan adanya teknologi yang canggih. Jalan-jalan ke negara Belgia Mampir ke toko jualan soda Di masa kini aku bahagia Sosial media yang selalu ada Makna ungkapan bahagia anak muda yang lahir di zaman serba canggih dengan adanya sosial media yang bisa memudahkan segala aktivitas. Kegiatan menyanyi masih aktif Anggotanya nakal dan juga usil Walaupun masa kini kompetitif Tetaplah berjuang sampai berhasil Makna walaupun masa kini begitu mudah dengan adanya media sosial, tetapi daya saing begitu ketat. Untuk itu, tetaplah berjuang sampai bisa berhasil mencapai tujuan. Lagi di masjid melihat sajadah Mencari-cari siapa pemilik Masa kini begitu mudah Mau apa saja tinggal klik Makna masa kini dibuat menjadi sangat praktis. Apapun bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone dalam segala kegiatan. Sehingga ketika menginginkan sesuatu tinggal klik yang diinginkan. Ada kucing mau melompat Hampir jatuh terkena jubah Masa kini begitu cepat Usia saya semakin bertambah Makna seseorang yang menyadari bahwa usianya semakin bertambah karena dunia begitu cepat berputar. Jalan Anggrek ada belokan Naik mobil sama pak Heri Masa kini harus dimanfaatkan Agar tidak menyesal kemudian hari Makna seseorang yang harus memanfaatkan usia mudanya untuk melakukan hal positif agar tidak menyesal di masa tua nanti. 2. Pantun Masa Kini untuk Kekasih Biasanya, seseorang ketika sedang jatuh cinta akan mengungkapkan perasaannya kepada lawan jenis dengan memberikan kata-kata yang manis. Hal ini ditujukan untuk membuat kepercayaan kepada lawan jenisnya bahwa dirinya sangat menyukainya. Membuat pantun masa kini sangat cocok bagi orang yang sedang ingin mengungkapkan perasaannya, karena memiliki larik yang menarik untuk disampaikan. Pantun juga memiliki sisi romantis dari setiap lariknya. Di satu sisi, cara seperti ini bisa membuat hubungan menjadi lebih seru untuk dijalani. Tentunya, dengan mengungkapkan perasaan melalui pantun hubungan tidak akan menjadi monoton. Yang terpenting adalah kata-kata romantis selalu ada di dalam pesan sebuah pantun. Berikut contohnya Si kakak membeli ayam Beli ayamnya di Selandia Masa kini jangan hanya berdiam Mari kita buat momen bahagia Makna masa ini jangan dibuat dengan hanya berdiam diri tanpa melakukan kegiatan. Buat momen bahagia dan spesial bersama pasangan, sehingga hari-hari akan lebih produktif. Sendok itu bentuknya cembung Coba kau lihat dan amati Masa kini harus menabung Untuk pernikahan kita nanti Makna memanfaatkan masa muda dengan banyak bekerja dan menabung untuk persiapan dalam menikah. Ke pasar membeli wadah Untuk masak mie dan juga kol Masa kini begitu mudah Jika rindu tinggal video call Makna tidak seperti zaman dahulu yang ketika rindu harus menunggu surat tiba. Berbeda dengan zaman sekarang yang jika sedang rindu tinggal melakukan video call untuk melihat wajahnya. Jalan buntu kalau lewat gang Putar balik lewat SMU Janji ini selalu kupegang Masa kini akan meminangmu Makna janji yang selalu dipegang oleh seorang laki-laki untuk meminang kekasihnya di masa sekarang. Si ibu masak agar-agar Dimasaknya saat senja Tidak perlu menunggu kabar Kalau rindu telepon saja Makna jika sedang rindu dengan seseorang tidak perlu banyak menunggu. Lakukan telepon saja untuk menghilangkan rasa rindu. Sakit kepala selalu kambuh Minum obat dari tadi Masa kini cintaku berlabuh Masa depan cintaku abadi Makna seseorang yang mengungkapkan rasa cintanya saat ini untuk seseorang begitu dalam dan selalu setia di masa depan. Baca Juga Pantun Melayu 3. Pantun Masa Kini Inspiratif Menjalani rutinitas terus-menerus memang menjadi sebuah hal yang membosankan. Tentunya, sebagai manusia membutuhkan sebuah penyemangat hidup dan juga inspirasi agar hidupnya menjadi lebih bersyukur dan semangat menjalani hari-hari. Memberikan semangat kepada seseorang bisa dilakukan dengan memberi pantun. Karena pantun memiliki larik yang yang lucu dan menghibur untuk diungkapkan. Pantun memiliki larik yang membuat setiap orang penasaran untuk terus mendengarnya. Selain itu, pantun dengan tema inspiratif memberikan dorongan kepada seseorang untuk terus lebih berjuang dalam hidupnya. Pantun ini bisa disampaikan dan diunggah ke sosial media ataupun sebagai hiburan bersama teman-teman kantor. Berikut contoh pantunnya Pagi pagi bermain Instagram Sambil menyukai foto kerabat Masa kini janganlah muram Agar rezeki tidak terhambat Makna selalu menghadapi hari dengan tersenyum dan ceria, agar rezeki tidak terhambat. Kepala Budi mau dicukur Habis cukuran pakai topi Masa kini harus bersyukur Agar hati selalu tercukupi Makna selalu bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan, agar hati selalu tercukupi kenikmatan. Jalan jalan bersama Sarah Menuju pintu yang mudah terakses Masa kini jangan menyerah Agar kaya dan juga sukses Makna selalu berusaha dalam hidup dan jangan pernah menyerah agar cita-cita bisa tercapai. Kucing anggora berkeringat Masa kini harus semangat Makna harus tetap semangat dalam hal apapun yang terjadi di masa kini. 4. Pantun Masa Kini Bersama Sahabat Bersenang-senang dengan sahabat akan memberikan memori yang indah untuk dikenang. Berbagi cerita bersama sahabat akan membuat perasaan menjadi lega dan tenang. Selain itu, berkumpul bersama sahabat dapat membuat pikiran menjadi segar kembali. Berbagi keceriaan bersama sahabat bisa melalui sosial media ataupun memberikan pantun masa kini sebagai hiburan, Berikut contoh pantunnya Di atas bunga ada benalu Banyak bunga yang teracuni Hari kemarin biarlah berlalu Mari nikmati masa kini Makna hari kemarin biarkan saja menjadi cerita masa lalu, dan selalu menikmati momen masa kini bersama sahabat. Anak anjing dapat tulang Mau diambil tetapi galak Dari bayi bersama sahabat Masa kini menjadi dewasa Makna seseorang yang sudah bersahabat lama sejak kecil hingga dewasa. Anak kecil membawa batu Disembunyikannya dibalik jamu Masa kini luangkan waktu Ketika dewasa susah bertemu Makna meluangkan waktu bersama sahabat agar tidak memutus tali persahabatan. Karena ketika sudah dewasa waktu akan sibuk dan membuat intensitas waktu bertemu akan susah. Buat meja pakai papan Dibuatnya dengan penuh cinta Sambut masa kini dengan harapan Bersama sahabat raih cita-cita Makna selalu menyambut masa kini dengan rasa syukur dan harapan untuk meraih cita-cita bersama sahabat. Baca Juga Pantun Minang 5. Pantun Masa Kini Bertema Lucu Untuk membuat pantun semakin dilirik oleh anak muda, pantun dibuat mudah agar anak muda dapat terhibur. Saat ini, mulai banyak pantun yang menyisipkan sampiran berupa guyonan agar anak muda dapat mengembangkan pola pantun. Contoh pantun bertema guyonan selalu menjadi pantun yang paling banyak dinanti oleh orang-orang. Berikut contoh pantunnya Si nenek menggendong cucu Digendongnya pakai selendang anyaman Masa kini dibuat lucu Melihat anak kecil sudah pacaran Makna sindiran kepada anak kecil zaman sekarang yang sudah banyak berpacaran padahal belum mengerti apa-apa. Ke Bandung di hari Jum’at Untuk memberikan nenek hadiah Jika masa kini akan kiamat Aku harus cepat menikah Makna seseorang yang ketakutan akan hari kiamat karena takut belum menikah. Ke warung makan soto ceker Belikan ibu juga soto babat Masa kini tidak pakai masker Sama seperti membuka aurat Makna seseorang yang sudah terbiasa menggunakan masker disaat pandemi, ketika membuka masker sama seperti membuka aurat. Penutup Penggunaan pantun masa kini tentunya harus menyesuaikan dengan tren yang ada saat ini. Tujuannya agar menarik hati anak muda untuk melestarikan budaya Indonesia. Untuk itu, pantun banyak meberikan tema-tema menarik yang layak untuk diulas oleh anak muda. Dimulai dari kebiasaan kecil untuk membuat pantun, lama-lama terbiasa mengekspresikannya dalam kegiatan sehari-hari. Pantun Masa Kini
- Pantun Lucu jadi trend di kalangan anak muda. Pantun Lucu ini kerap digunakan sebagai status atau pesan di media sosial. Nah, bagi kamu yang ngaku anak gaul tentunya harus update dengan beragam Pantun Lucu untuk dikirim ke teman, Berikut ketengahkan 10 Pantun Lucu Burung perkutBurung kutilangKamu kentutNgga bilang-bilang Naik Gunung Turun Gunung, Kalian Kira Ndak Lelah ?? Baca juga Pantun Melayu Kekinian, Dari Pantun Jenaka Hingga Pantun Nasehat Baca juga Contoh Pantun Nasehat dan Pantun Jenaka dalam Pantun Melayu Paling enak makan buah pepayaJangan lupa buahnya dibilasKalau sudah baca pesan sayaJangan lupa untuk dibalas Berenang renang ke huluBerakit rakit ke tepianBagai mn kita mau ke penghuluKalo selama ini kita cuma temanan Ikan emas di dalam kolamKolam luas amatlah dalamDari lubuk hati yang paling dalamKu ucapkan selamat malam Pisang raja pisang jantanDi goreng dengan tepung tapiokaCoba terka wahai kawanKalo pisang goreng di makan panas panas bahasa cina nya apa Beli getukBeli anggurMata ngantukSusah tidur Kamu suka roti aku suka donatKamu sakit hati aku Bodi amat Ayam berkokokDi atas gentengKalo gak rokokGak ganteng Makan sosis sosisnya dipanggangBelinya di Kota LamonganTangan aja gal bisa di pegangApalagi omongan Hendri Gusmulyadi /
OlehDr. Zurinah HassanDr. Salinah binti Ja’afarDr. Tengku Intan Marlina Tengku Mohd AliAbstrakPantun merupakan satu khazanah bangsa yang mempunyai nilai yang amat tinggi dalam kalangan masyarakat Melayu. Penyusunan pantun yang diolah dengan rapi dan disusun indah mengandungi seribu satu maksud yang amat mendalam, yang menjadi wadah dalam menyampaikan nasihat, sindiran, gurauan dan luahan perasaan. Setiap lagu dan ungkapan yang digunakan bukan sahaja memperlihatkan irama yang indah, tetapi juga disusun denngan begitu teliti agar pemilihan perkataan yang digunakan dapat membayangkan corak pemikiran yang kritis. Masyarakat Melayu yang amat terkenal dengan budi bahasa dan budaya ketimuran yang mementingkan “air muka” dan adab sopan telah menjadikan pantun sebagai alat kritik sosial yang amat berkesan. Penggunaan pantun sebagai satu alat kritik sosial mencerminkan satu bentuk ketekalan minda yang dimiliki oleh masyarakat Melayu yang tidak mungkin ditelan zaman. Berikutan daripada itu, kertas ini akan membincangkan bagaimana pantun digunakan oleh masyarakat Melayu sebagai alat kritik sosial yang digunakan dari dahulu hingga merupakan satu khazanah yang amat bernilai dalam dunia Melayu. Pantun memang tidak asing kepada masyarakat Melayu. Secara langsung atau tidak langsung kita sentiasa bertembung dengan pantun. Saban hari kita mendengar pantun, bahkan pelbagai bentuk rakaman yang memanfaatkan pantun sebagai seni kata lagu yang menarik dan indah. Selalunya, seni kata lagu yang berbentuk pantun akan menjadi siulan para remaja Zainal Abidin Bakar 1984 3. Pantun telah menjadi sebati dengan jiwa dan budaya masyarakat Melayu satu masa dahulu. Perubahan masa telah menjadikan pantun semakin hari semakin jauh ditinggalkan. Anak-anak muda hari ini semakin melupakan pantun yang menjadi sebahagian daripada amalan hidup masyarakat Melayu lama yang sentiasa mementingkan adab dan adalah salah satu cabang puisi Melayu tradisional yang masih popular hingga ke hari ini. Ia tersebar luas melalui pelbagai media seperti lirik lagu, majlis-majlis dan pelbagai upacara, misalnya majlis perkahwinan. Malah pantun juga berkembang mekar di laman internet ada pantun net dan berbalas pantun dari seluruh dunia. Mengikut Muhammad Haji Salleh 2006 terdapat kekreatifan baru dunia pantun dalam bentuk bercetak, lisan radio, visual televisyen dan dunia siber termasuk di internet dan yang tersebar melalui khidmat pesanan ringkas atau sms di seluruh juga diadakan pertandingan antara kelas, antara sekolah dan antara negeri. Malah pertandingan pantun di Pesta Pantun Sekolah-sekolah Menengah Peringkat Kebangsaan turut ditaja oleh pihak-pihak seperti Dewan Bahasa dan Pustaka , RTM, Berita Harian. Pantun bukan sahaja hidup dalam majalah ilmiah sahaja, seperti Dewan Budaya, Dewan Sastera dan Pelita Bahasa malah dalam majalah-majalah jenaka dan komik seperti Ujang dan Din Lawak. Pantun juga menjadi media iklan, misalnya;Kek lapis dan kuih bahulu,Menjadi juadah di Hari raya;Kalau puan-puan ingin tahu,Semua perkakasan ada di IKEA.Utusan Malaysia 13 Oktober 2006 dalam iklan IKEA Melihat kepada keadaan ini, kita tidak bimbang tentang survival pantun. Ia bukan hanya survive tetapi berkembang mekar. Walau bagaimanapun hal yang membimbangkan ialah tentang penghayatan pantun. Masyarakat mengucapkan pantun tetapi kurang menghayati maksud dan kata-kata yang digunakan menyebabkan nilai, maksud dan falsafah yang tinggi itu tidak dikenali oleh masyarakat. Masyarakat Melayu amat mementingkan keharmonian ketika berkomunikasi antara satu sama lain. Pada satu ketika dahulu, pantun menjadi bahasa basahan yang digunakan sebagai alat komunikasi yang bertujuan menjaga air muka pendengar atau orang yang dilawan bercakap. Melalui pantun, masyarakat Melayu berkias mengenai sesuatu secara halus dan teliti agar setiap perkara yang ingin disampaikan akan diterima dengan baik oleh seseorang. Oleh sebab itu, melodi dan pemilihan perkataan dalam pantun dibuat dengan begitu teliti. Ini memperlihatkan bentuk pemikiran masyarakat Melayu yang sentiasa peka terhadap alam sekeliling dan menjadikan pantun sebagai satu lambang ketekalan minda yang “tak lekang dek panas dan tak lapuk dek hujan”.Kehebatan dan ketepatan pantun sebagai satu alat kritik sosial yang digunakan oleh masyarakat Melayu menunjukkan bahawa masyarakat Melayu mempunyai daya pemikiran yang begitu halus dan kreatif. Seperti mana Laksamana Hang Tuah pernah berkata “tak Melayu hilang di dunia”, pantun juga harus dipelihara agar terus hidup dan diamalkan dalam kehidupan masyarakat Melayu hari ini. Pantun dikarang untuk menyampaikan kritikan dan sindiran terhadap sesuatu kepincangan yang berlaku dalam masyarakat. Kritikan dan sindiran ini amat tajam dan disampaikan secara berlapik dan berkias, sesetengahnya dalam nada bergurau. Melalui pantun terpancar budaya masyarakat Melayu tradisional yang tidak mengkritik secara berterus terang tetapi secara halus. Kata-kata yang digunakan dalam pantun adalah lambang-lambang yang mengandungi makna yang tersirat. Seperti kebanyakan karya Melayu tradisi, kita tidak mengetahui siapakah pengarang sebenar. Namun daripada pantun yang kita warisi, terbukti bahawa pengarang pantun adalah pemikir yang amat tajam pemerhatiannya terhadap alam dan masyarakat di sekeliling. Mereka peka terhadap segala yang berlaku lalu menyampaikan teguran dan kritikan untuk membawa kebaikan. Pengarang pantun menggunakan perbandingan dan tamsilan seperti perumpamaan, metafora, simile dan personifikasi yang kaya dengan imej alam. Imej-imej alam ini perlu ditafsir untuk mengetahui maksud sebenar dengan ruang dan masa seminar, kertas ini akan membincangkan kritik sosial dalam pantun Melayu dengan menumpukan kepada aspek percintaan, etika dan masyarakat, serta sifat buruk manusia yang sering dialami dalam hidup besar pantun yang terdapat dalam bahasa Melayu ialah pantun percintaan. Percintaan merupakan salah satu hubungan yang terjalin sesama manusia. Dalam konteks kertas kerja ini akan dibicarakan pantun-pantun yang berupa teguran atau kritik tentang tingkah laku manusia yang menyebabkan hubungan percintaan tidak berjalan dengan padi antara masak,Esok jangan layu-layuan;Intai kami antara nampak,Esok jangan rindu-rinduan.Zainal Abidin Abu Bakar,1984 247Pantun ini dipopularkan melalui lagu “Gurindam Jiwa” nyanyian Rafeah Buang dan dan dipetik daripada filem yang juga berjudul “Gurindam Jiwa” terbitan tahun 1966 lakonan Nordin Ahmad dan Latiffah Omar . Pantun ini membayangkan suasana percintaan atau hubungan yang masih erat. Namun begitu si kekasih berpesan kepada pasangannya supaya “intai kami antara nampak” supaya “esok jangan rindu-rinduan”. Dengan pesanan ini si kekasih sebenarnya memberi peringatan supaya pasangannya selalu mengintai, dalam erti kata selalu menjengok dan melihat keadaannya. Ini juga membawa maksud mengambil berat untuk memastikan orang yang dijenguk atau diintai itu masih ada ditempatnya dan berada dalam keadaan yang konteks perhubungan percintaan pantun membawa pesanan supaya jangan sesekali mengambil ringan dan jangan mengamalkan sikap take for granted bahawa hubungan yang sedang berjalan dengan baik itu akan terus kekal baik. Hubungan kasih mesti dijaga dengan sewajarnya. Jangan sampai si kekasih merajuk dan merasa dirinya tidak dipedulikan. Jika si kekasih pergi membawa diri maka jangan sampai ia dirindu dibiarkan belalu pergi baru nak menyesal baru nak cari. Jangan take for granted. Hal ini adalah penting demi menjaga hubungan kasih pantun menggambarkan keadaan alam iaitu padi dalam keadaan “antara masak”, Padi baru mula masak dan ada antaranya yang belum masak. Dalam keadaan inilah petani mesti bersedia untuk menuai padinya kerana jika ditunggu ada padi yang akan layu dan tidak sempat dituai. Padi mesti dituai semasa antara masak, iaitu dalam keadaan antara masak dan tidak masak. Jangan biar atau tunggu kerana esok padi akan masak. Jika ditunggu sehingga semuanya masak, kemungkinan tidak sempat mengetam atau menuai. Sebahagiannya akan layu segi falsafahnya pantun ini memberi penekanan kepada faktor masa dan peluang. Sesuatu yang berharga iaitu hubungan percintaan mestilah dihargai sebelum ianya hilang atau sebelum ketam padi pulut,Saya ketam padi Jawi;Tuan berkata sedap di mulut,Saya mendengar sakit hati.Zainal Abidin Abu Bakar,1984 153Pantun ini memberi nasihat supaya berhati-hati dengan kata-kata. Hubungan percintaan juga boleh terjejas akibat salah seorang tidak pandai mengawal kata-kata. Salah satu kesilapan yang diakukan oleh pasangan bercinta ialah tidak berhati-hati dengan kata-kata. Apa yang dilafazkan mungkin menggores perasaan pasangannya. Secara amnya seseorang tidak sepatutnya berkata sesedap hati tanpa menimbang akibatnya kepada orang yang mendengar,apatah lagi bila berkata-kata dengan orang yang sentiasa mengharapkan kasih sayang. Hati mudah terluka lebih-lebih ketika dilamun cinta dan mengharapkan kekasih akan membelai dengan kata-kata yang manis. Pembayang maksud menyentuh dua perkara yang berbeza. Seorang mengetam padi pulut, seorang mengetam padi Jawi. Dari sini membayangkan bahawa perbezaan adalah perkara biasa. Hal ini mudah membawa kepada perbezaan pendapat atau perselisihan faham. Perbezaan ini juga seharusnya membuat kita sentiasa berhati-hati dan bersedia untuk memahami orang kata-kata yang menyakitkan juga merupakan suatu penderaan. Penderaan tidak hanya terhad kepada penderaan fizikal, tetapi juga penderaan psikologi iaitu menyakitkan seseorang dengan kata-kata. Dengan kata-kata merupakan penderaan psikologi, bukan fizikal. Menyebabkan orang yang mendengar berasa jelatik sarang kedidi,Sarang tempua sarang berjuntai;Sungguhpun cantik sutera dipuji,Belacu juga tahan dipakai. lirik lagu Pandang-pandang Jeling-jelingPantun ini menjadi terkenal bila ia dinyanyikan dalam lagu “Pandang-pandang Jeling-jeling” Nurhaliza. Pantun ini adalah teguran terhadap orang yang mementingkan kecantikan fizikal sedangkan kebahagiaan tidak terjamin dengan rupa paras yang cantik semata-mata. Oleh itu janganlah terlalu memuji sutera kerana kecantikan dan kehalusannya ataupun menghina belacu kerana kekasarannya walhal di dalam keadaan sehari-hari belacu lebih berguna dan dipakai sebagai kain basahan dan untuk bekerja. Hal ini dapat dikaitkan dengan falsafah keindahan dalam Islam. Islam menekankan kepada pentingnya sesuatu yang indah dan yang dalam Islam bukan semata-mata diukur dari segi fizikal atau rupa paras. Keindahan merangkumi kecantikan fizikal dan nilai yang baik dan positif. Sesuatu yang dipandang indah mestilah juga mempunyai nilai gunaan, iaitu dapat memberi manfaat kepada masyarakat. Misalnya mutu sesebuah karya sastera atau karya seni yang lain diukur dari nilai-nilai yang dituntut oleh Islam, iaitu yang bercirikan kebenaran, kebaikan dan keindahan. Selaras dengan ajaran Islam seperti yang dihuraikan di atas, pantun Melayu juga menasihatkan agar berhati-hati memilih kekasih atau pasangan hidup. Janganlah hanya memberi perhatian kepada rupa paras kerana kecantikan mungkin hanya sifat luaran semata-mata. Hal ini dapat dikaitkan dengan pantun di bawahBerbaju batik bujang kelana,Duduk bermadah di tilam pandak;Usah dipetik si bunga sena,Warnanya indah berbau tidak.Zainal Abidin Abu Bakar, 1984154Pantun di atas membawa maksud, seseorang dinasihati supaya jangan memilih bunga yang cantik tetapi tidak bau wangi. Dia sepatutnya memilih bunga yang harum. Di dalam puisi Melayu bunga yang harum dikaitkan dengan nama yang harum atau nama yang baik. Bunga yang cantik tetapi tidak berbau adalah rendah nilainya seperti yang terungkap dalam pantun. Kecantikan tidak dapat menjamin kebahagiaan sekiranya hanya luaran sahaja yang cantik, tetapi dari aspek dalaman tidak seperti yang diharapkan. Ini dikaitkan dengan hubungan antara lelaki dan yang wangi adalah objek alam yang masih digunakan untuk membawa makna sesuatu keindahan dan kemurnian yang menjadi kenangan dan sebutan. Masyarakat Melayu mengutamakan nama yang baik dan oleh itu seseorang disarankan supaya berkelakuan baik supaya tidak mencemarkan nama ibu bapa dan keluarga. Selaras dengan itu ialah pandangan Islam yang juga mengutamakan nama yang baik atau nama yang bersih. Allah mengajar manusia supaya berdoa agar meninggalkan nama yang harum, di samping berdoa untuk menambahkan ilmu “Wahai Tuhanku, berikanlah daku ilmu pengetahuan dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang salih. Dan jadikanlah bagiku sebutan yang baik nama yang harum dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian” Surah asy-Syura, ayat 83-84.Terdapat pantun-pantun yang memperkatakan tentang perilaku kekasih yang tidak mendayung perahu,Sambil berdayung sambil bermain;Macam mana bunga tak layu,Embun menitis di tempat lain.Zainal Abidin Abu Bakar,1984165Seri Andalas ke kota Ambon,Hendak mencari asam paya;Kasih ibarat setitis embun,Ditiup angin berderai ia.lirik lagu Seri AndalasPantun kedua di atas menggunakan perlambangan embun untuk menyatakan perihal kasih yang tidak bersungguh-sungguh. Embun dijadikan simbol kepada sesuatu keadaan yang tidak kekal dan tidak terjamin. Pantun yang pertama merupakan luahan rasa terhadap kekasih yang tidak lagi memberi perhatian kepada pasangannya. Daripada simbol yang digunakan iaitu bunga maka dapatlah diketahui bahawa yang ditinggalkan itu ialah perempuan dan yang berubah hati ialah lelaki. Hati lelaki sudah beralih kepada gadis yang lain. Hal ini diperikan sebagai embun yang menitis di tempat lain. Perilaku lelaki ini dianggap sebagai tidak bersungguh-sungguh di dalam hubungan percintaan dan keadaan ini disebut di dalam pembayang pantun seperti budak-budak yang sambil berdayung sambil bermain. Ini juga membawa maksud tidak ada niat atau keazaman untuk sampai ke sesuatu destinasi. Demikian juga hubungan cinta yang tidak serius, akan menyebabkan kegagalan. Cinta yang gagal dilambangkan oleh bunga yang Masyarakat MelayuEtika ialah prinsip moral atau akhlak atau nilai-nilai akhlak yang menjadi pegangan seseorang individu atau sesuatu kumpulan Kamus Dewan, 1996 345. Masyarakat society merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Etika masyarakat merujuk pada nilai moral atau akhlak yang harus dipegang oleh sesebuah masyarakat. Oleh kerana sesebuah masyarakat yang inginkan kestabilan memerlukan ahli-ahli yang sanggup menolong antara satu sama lain, maka ia perlu kepada nilai-nilai murni seperti kerakyatan, hak dan etika. Ini merupakan perkara asas untuk mencapai keadilan. Jika nilai-nilai ini gagal dipatuhi, sesebuah masyarakat tersebut sebagai tidak adil dan musibah akan berlaku Masyarakat Melayu biasanya mengaitkan etika masyarakat dengan pegangan agama Islam. Contohnya seperti yang tergambar dalam pantun di bawahAsam kandis asam gelugur,Ketiga asam riang-riang;Mengangis di pintu kubur,Teringat badan tidak sembahyang. yang bercanggah dengan agama Islam merupakan perlanggaran kepada etika masyarakat Melayu. Setiap perlakuan dalam kehidupan masyarakat Melayu yang beragama Islam secara halus dikaitkan dan dijalin dengan indah dalam pantun. Ini juga sebagai peringatan secara bersahaja dan relaks tanpa menyentuh peribadi sesiapapun yang berikut merupakan kritikan sosial dalam etika masyarakat bising di tepi laut,Ombak menghempas berderai-derai;Kusangka tuan beras pulut,Bila ditanak nasi berderai.Zainal Abidin Bakar peny., 1984 184Daripada petikan pantun di atas, jelas menunjukkan kritikan sosial orang Melayu terhadap orang yang tidak boleh dipercayai. Terdapat banyak kategori sikap ’orang yang tidak boleh dipercayai’, dan ini dapat dilihat banyak sekali dalam peribahasa Melayu yang merujuk kepada orang yang tidak boleh dipercayai. Misalnya ’talam dua muka’ – orang memuji di depan tetapi di belakang kita mereka mengeji, ’ular lidah bercabang’ – orang yang tidak menepati janji, atau orang yang sentiasa berubah dengan cepat kata-katanya,Pemantun dalam pantun di atas telah menunjukkan nada marah dan sindiran terhadap orang yang tidak boleh dipercayai ini. Dalam konteks pantun di atas, ’orang yang tidak dipercayai’ merujuk kepada kepercayaan terhadap pada orang yang disangka dapat berkongsi masalah dan menyimpan rahsia, namun kepercayaan terhadap orang itu musnah kerana sikapnya yang tidak sebaik yang disangka. Berdasarkan pembayang dan maksud yang diberikan dalam pantun di atas, kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh orang tersebut ialah suka membawa mulut atau menceritakan perihal orang lain, atau kemungkinan juga orang itu tidak boleh menyimpan rahsia, sebaliknya suka menghebahkan rahsia atau sesuatu perkara kepada orang lain. Beras pulut ialah lambang ’orang yang dipercayai’, yang boleh menyimpan rahsia. Ini dapat disesuaikan dengan beras pulut apabila ditanak akan melekat dan padat. ’Beras’ pula menjadi lambang ’orang yang tidak boleh dipercayai’ kerana apabila ditanak akan berderai, tidak seperti pulut. Penggunaan simbol-simbol ini jelas memperlihatkan kebijaksanaan orang Melayu dahulu dalam membuat pemilihan kata yang bertepatan dengan pemikiran yang hendak berikutnya turut memperlihatkan rasa marah pemantun terhadap lelaki yang suka mempermain-mainkan wanita. Pemantun yang menuturkan pantun ini berkemungkinan besar adalah seorang dingin bersayur mumbang,Sayur dimasak dalam belanga;Kami tak ingin melihat kumbang,Kalau kumbang merosak bunga.Zainal Abidin Bakar peny., 1984 251 Pantun di atas jelas menunjukkan kemarahan pemantun terhadap lelaki yang gemar merosakkan wanita. Ibarat peri bahasa ’habis madu sepah dibuang’ sekiranya peribahasa ini merujuk kepada wanita, ia bermaksud wanita yang ditinggalkan apabila lelaki itu sudah mendapat apa yang dihajati daripada wanita berkenaan; peribahasa ’ibarat bunga, sedap dipakai, layu dibuang’ turut bermaksud wanita yang ’dirosak’ oleh lelaki, iaitu wanita yang dikasihi semasa muda tetapi diceraikan apabila tua. Kritikan sosial di sini jelas ditujukan kepada golongan lelaki yang tidak bertanggungjawab terhadap wanita. Dalam Al-Quran menegaskan bahawa “Lelaki itu adalah pelindung/pemimpin bagi wanita.” Riwayat Abu Hurairah dalam Sahih Bukhari mengatakan bahawa Nabi Muhammad pernah berkata“O Muslims! I advise you to be gentle with women, for they are created from a rib, and the most crooked portion of the rib is its upper part. If you try to straighten it, it will break and if you leave it, it will remain crooked, so I urge you to take care of the women.” .Namun, perlakuan lelaki adalah dalam pantun ini jelas menyalahi norma masyarakat malah menyalahi hukum Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Golongan lelaki ini bukan sahaja mereka tidak melindung dan membimbing wanita, malahan mereka merosakkan pula wanita tersebut. Seorang suami misalnya hendaklah memberi perlindungan dan bimbingan sebaik-baiknya kepada isteri, bukan setakat makanan dan pakaian sahaja, tetapi juga seterusnya yang bernada marah dapat dilihat dalam pantun jenaka. Apabila pantun ini dibaca, secara tidak langsung perasaan pendengar akan tercuit rasa geli hati. Namun jika diteliti sebenarnya pantun ini mengandungi emosi marah, bukan jenaka semata-mata, dan emosi marah jelas terlihat dalam perkataan ’terajang punggung’.Di sana merak di sini merak,Merak mana hendak dikepung;Di sana hendak di sini pun hendak,Pusing belakang terajang punggung.Zainal Abidin Bakar peny., 1984 103Pantun di atas merupakan satu kritikan sosial terhadap orang yang suka mengikut hawa nafsu dalam kehidupan mereka. Pemantun mengkritik orang yang bersifat tamak haloba, terlalu mementingkan hawa nafsu dan sekali gus memperlihatkan sikap mereka yang mementingkan keduniaan semata-mata. Banyak sekali mengenai sikap tamak diungkapkan dalam peribahasa Melayu, iaitu ”seperti anjing dengan bayang-bayang”, ”seperti anjing berebut tulang” dan ”seperti anjing beroleh bangkai”. Dalam pantun lama juga ada memperlihatkan akibat daripada sikap tamak, iaitu sentiasa mendapat kerugian dalam kehidupan. Ini dapat dilihat dalam pantun di bawahDalam semak ada duri,Ayam kuning membuat sarang;Orang tamak selalu rugi,Seperti anjing dengan Buruk ManusiaSetiap manusia di dunia ini dilahirkan dengan pelbagai sifat dan rupa. Di sebalik wajah yang cantik kadangkala ada benda yang buruk, tidak semua manusia di atas dunia ini sempurna sifatnya. Masyarakat Melayu amat kreatif dalam memperkatakan sifat buruk ini dalam bentuk teguran, nasihat ataupun luahan melalui pantun. Antara pantun yang dapat dilihat dalam bahasa Melayu yang menunjukkan kritik sosial sifat-sifat buruk ini ialah sepertiDari Kuala Pahang ke Kuala Lipis,Mari dibawa angin utara;Berhadapan saja mulutnya manis,Paling belakang lain bicara.Zainal Abidin Bakar peny., 1984 173Pantun di atas membawa maksud bahawa dalam kalangan manusia, banyak yang akan sentiasa memberi pujian atau meluahkan kata-kata yang manis, namun di sebalik perkataan yang manis itu, mungkin akan jadi sebaliknya apabila mereka bercakap di belakang kita. Dalam rutin kehidupan, kita tidak boleh lari daripada menghadapi situasi di mana terdapat pelbagai jenis manusia wujud di sekeliling kita. Pantun ini sebenarnya sebagai peringatan bahawa dalam hidup kita pasti ada perkara-perkara yang kurang menyenangkan, terutama daripada mereka yang mempunyai perasaan hasad dan dengki terhadap apa yang kita miliki. Kadang kala seseorang yang banyak memuji kita itulah sebenarnya yang akan menjadi duri dalam daging, maksud merekalah yang lebih banyak mempunyai perasaan hasad dan dengki terhadap saya pisau raut,Hendak meraut bingkai tudung;Gila apakah ikan di laut,Mengidam umpan di kaki gunung.Zainal Abidin Bakar peny., 1984 178Pantun di atas juga menunjukkan bagaimana sifat hasad dan dengki dalam kalangan manusia yang dikaitkan dengan ikan yang mengidam umpan di kaki gunung. Pantun ini membawa dua maksud, iaitu sebagai peringatan kepada mereka yang menginginkan sesuatu yang di luar kemampuan, dan juga sebagai peringatan kepada manusia mengenai pelbagai sifat manusia yang tidak dijangka akan berlaku kepada cempedak buah nangka,Ditanam orang dalam di dalam kebun;Haram tidak disangka-sangka,Buah delima menjadi racun.Zainal Abidin Bakar peny., 1984 179Pantun di atas jelas menggambarkan bahawa akibat daripada perbuatan yang tidak baik akan mewujudkan satu keadaan yang tidak diangka-sangka berlaku dalam kehidupan kita. Benda yang luarannya kelihatan cantik dan molek, kadangkala akan menjadi perosak atau pembunuh yang kejam. Maksudnya di sini, kita harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu hal, ataupun dalam mempercayai sesuatu perkara yang kita lihat kerana dalam apa jua keadaan, benda yang cantik atau yang disangka manis itu sebenarnya adalah racun yang akan di gua jalan ke teluk,Cantik halus rupa mukanya;Ibarat buah busuk di pokok,Hilang manis pahit rasanya.Zainal Abidin Bakar peny., 1984 180Pantun di atas pula merujuk kepada sifat manusia yang tidak mahu berubah. Kebanyakan kita kadangkala lupa bahawa dunia ini sentiasa berubah, begitu juga dengan sifat manusia. Perubahan zaman dan masa ini juga harus kita sedari kerana sekiranya kita tidak mengikuti perkembangan zaman, maka kita akan ketinggalan di belakang. Pantun ini juga bertujuan menegur bahawa ketika berada pada sesuatu tahap kita perlu mengikut peredaran masa bagi membolehkan kita diterima dalam masyarakat. Misalnya, apabila meningkat tua, seseorang itu haruslah sedar bahawa umur yang meingkat memerlukan mereka menjadi dewasa. Mereka yang tidak mahu berubah akan dikecam atau dengan masyarakat muda hari ini pula, pantun dilihat sebagai sesuatu yang agak tradisi yang diwarisi daripada masyarakat lama. Namun begitu, masyarakat muda juga tidak ketinggalan dengan pantun mereka yang diadaptasikan dan disesuaikan dengan dunia baru. Kewujudan pantun-pantun generasi baru ini kadangkala dianggap sebagai perosak kepada keindahan pantun lama, tetapi jika dilihat daripada aspek yang positif, generasi hari ini juga mencipta pantun, namun agak longgar dan lebih bersahaja duit naik teksi,Tak ada duit naik bas;Cari makwe jangan seksi,Nanti cepat kena ini ditemu ketika penulis bercuti hari raya, dan dalam gurauan antara anak-anak muda, penulis sempat mendengar pantun ini yang menjadi bahan gurauan anak-anak muda yang datang menziarah. Dapat dilihat bahawa generasi hari ini lebih terbuka dan berterus terang dalam mengungkapkan sesuatu. Setiap pemilihan kata yang dibuat lebih bersahaja dan agak selamba. Ini seakan telah menyebabkan unsur estetika dan keindahan dalam pemilihan kata telah sedikit bergeser kerana pembayang dan maksud yang dipilih kelihatan wujud secara langsung dengan kehidupan dan suasana masyarakat hari di bawah ini pula merujuk kepada bentuk pantun lama yang diberi wajah senohong,Gelama ikan duri;bercakap bohong,Lama-lama jadi di atas sebenarnya merujuk kepada sikap ahli politik yang banyak memberi ceramah dan berjanji sana sini untuk mendapat undi rakyat. Namun di sebalik ceramah yang diberi, banyak antaranya adalah bohong senohong,Gelama ikan duri;Baca berita bohong,Lama-lama di atas berkaitan dengan penyiaran berita di TV3, yang banyak menyokong kerajaan. Pantun tersebut digunakan bagi meluahkan rasa tidak puas hati terhadap kandungan berita yang disiarkan di TV3 yang dikatakan banyak mengandungi unsur tokok masa telah menjadikan pantun sebagai bahan jenaka yang digunakan dalam menempelak seseorang. Jika diteliti dengan mendalam, kelihatan bahawa pantun-pantun baru menerima banyak perubahan, namun unsur-unsur kesamaan bunyi dan penyampaian maksud itu masih boleh merupakan khazanah bangsa yang amat bernilai bagi masyarakat Melayu. Keindahan pantun dalam mengungkapkan seribu satu macam maksud menjadi lambang ketekalan minda yang amat kreatif. Penggunaan pantun sebagai bahan kritik sosial secara tidak langsung menunjukkan bahawa pemikiran masyarakat Melayu dalam mengadaptasi alam sekeliling bagi menyampaikan maksud ataupun meluahkan perasaan menjadi cerminan jiwa dan raga masyarakat Melayu itu sendiri. Pentingnya menjaga keharmonian diperlihatkan dalam pemilihan kata setiap pantun yang dicipta. Bukan sahaja maksud yang terhasil dalam pantun menjadi inti, tetapi juga perkataan yang digunakan sebagai pembayang juga mengandungi makna yang pantun yang banyak memperlihatkan kesopanan dan ketelitian pemakainya dalam meluahkan perasaan amat menarik untuk dibincangkan. Jangkauan akal fikiran yang merenung dan mencerna segala bentuk kehidupan dalam lagu dan irama pantun melambangkan pesona jiwa dan kehalusan minda masyarakat Melayu dalam menjaga air muka dan juga sebagai satu senjata untuk menangkis sebarang perbuatan secara lembut dan harmonis. Perkara-perkara seperti inilah yang perlu dijaga dan dikekalkan dalam jiwa masyarakat Melayu supaya kesopanan dan kelembutan yang selama ini menjadi amalan akan terus berkekalan dalam jiwa generasi hari muda mempunyai pemikiran yang lebih kepada straight to the point, ataupun lebih berterus terang dalam mengungkapkan atau meluahkan maksud, sama ada dalam pantun mahupun dalam bahasa seharian. Ini terjadi akibat daripada pengaruh globalisasi yang semakin merubah jiwa dan perasaan masyarakat Melayu hari ini. Perubahan masa bukanlah satu alasan untuk generasi hari ini merosakkan dan memperlecehkan keindahan dan kehalusan pantun. Sepatutnya perlu ada kesedaran yang lebih mendalam dalam kalangan generasi hari ini untuk memelihara kesopanan dan kehalusan budi bahasa yang terpancar dalam pantun. Adat muda semestinya ada bentuk-bentuk yang baru, tetapi janganlah sehingga mengetepikan khazanah lama yang ternyata indah dan halus. Membentuk masyarakat yang maju dan bersopan santun serta berbudi bahasa menjadi tanggungjawab bersama yang akan memastikan Melayu mempunyai jati diri dan wawasan dalam dunia globalisasi hari daripada Blog Dr Zurinah Hassan
pantun bertema kritik sosial